JASA EPOXY LANTAI

✅ COATING

✅ SELF LEVELING

✅ MORTAR

✅ MULTI LAYER

✅ PU CONCRETE

✅ EPOCEM

Jasa Epoxy Lantai

Jasa epoxy lantai merupakan layanan pengecatan lantai beton menggunakan cat lantai berkualitas harga murah dan bergaransi. Tim kami terdiri dari senior aplikator berpengalaman dalam dunia pengecatan khususnya epoxy. Pengalaman kerja dan teknik aplikasi tim kami cukup bahkan lebih untuk menghandle pekerjaan Anda. Jasa Epoxy yang kami tawarkan mencakup pemasangan, pengadaan material, dan alat kerja.

jasa epoxy lantai

Komponen Cat Epoxy

Cat Epoxy terdiri dari campuran dua komponen yaitu kombinasi antara polimer epoxy dan polimer amina. Campuran kedua komponen tersebut harus tepat agar terbentuk hasil yang baik dan dapat mengering dengan normal. Setelah dicampur, aplikator dapat mengecat dalam berbagai metode pengerjaan. Ketika cat epoxy mengering akan membentuk suatu senyawa yang merekat kuat pada lapisan lantai, sehingga dapat melindungi lantai dari goresan atau benturan.

Baca juga: Proses Pekerjaan Epoxy

Manfaat Epoxy Lantai

Epoxy dapat diterapkan untuk berbagai jenis lantai seperti : Lantai Beton, Lantai Keramik, Lantai Kayu maupun Lantai Metal. Sebelum pengecatan dilakukan, terlebih dahulu lantai wajib memenuhi standar aplikasi yang disarankan.

Di era sekarang ini menerapkan cat lantai epoxy sangat direkomendasikan oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk memenuhi kebutuhan standar lantai yang baik. Lantai yang wajib menerapkan epoxy adalah sebagai berikut :

  • Mortar Epoxy dan Self Leveling untuk lantai gudang
  • Self Leveling Epoxy untuk lantai industri makanan dan minuman
  • Epoxy Coating untuk area farmasi, industri kosmetik
  • Epoxy Self Leveling untuk mall, rumah sakit, dan sebagainya.

Dengan menggunakan cat epoxy, ada banyak keuntungan yaitu:

  • Lantai dengan lapisan epoxy akan berumur lebih panjang
  • Terlihat rapih tanpa ada sambungan nat
  • Epoxy mudah dalam pembersihan karena kotoran dan debu tidak dapat menempel pada lantai yang telah di epoxy
  • Lebih menarik dengan efek glossy
  • Kokoh, tahan benturan karena efek senyawa dari 2 komponen sehingga membentuk lapisan pelindung
  • Steril. Lantai dengan lapisan epoxy tidak memiliki pori, sehingga kuman, bakteri dan jamur tidak dapat berkembang biak pada lantai.

Untuk informasi lebih lanjut atau bila ada pertanyaan silakan menghubungi kami melalui whatsApp atau contact pada bagian bawah halaman ini.

Jangan lupa ikuti kami jasa epoxy lantai profesional di FacebookGoogle Plus dan Youtube.

FLOORING SYSTEM

Beberapa jenis flooring system menurut fungsinya, dapat diterapkan sesuai kebutuhan

1. Epoxy Coating

Epoxy Coating memiliki lapisan tebal 300 micron, memungkinkan untuk dipasang pada permukaan lantai rata dan halus. Epoxy coating kurang maksimal bila diterapkan pada permukaan kasar.

2. Self Leveling Epoxy

Self leveling epoxy memiliki lapisan tebal hingga 3000 micron, sistem ini cocok untuk lantai yang mengalami retak halus, permukaan kasar, dan bergelombang.

3. Mortar Epoxy

Mortar Epoxy adalah paduan silica dan epoxy yang berguna untuk menutup lantai berlubang atau keropos karena aus. Sistem ini juga berfungsi sebagai alas untuk epoxy coating.

4. Multi Layer Epoxy

Pelapis epoxy yang teksturnya dibuat kasar supaya anti slip (tidak licin), mengandung butiran silica halus yang ditaburkan pada salah satu lapisannya.

5. PU Concrete

PU concrete adalah suatu polymer concrete yang terdiri atas spesial PU resin dan dry powder serta berbagai jenis pasir yang membentuk concrete yang sangat kuat dengan compressive strength yang tinggi.

6. Epoxy Cement (epocem)

Epoxy cement terdiri dari 3 komponen dengan campuran bahan semen. Berfungsi untuk mengatasi lantai beton yang lembab yang dipasang sebelum pemasangan epoxy coating.

SOLVENT BASE COATING

Berikut ini ditinjau sekilas beberapa jenis perekat (resin) yang umum dipakai dalam pembuatan cat lantai:

Epoksi

Jenis perekat ini merupakan produk sintetik termoset dari reaksi resin poliepoksi dengan zat curing asam/basa. Dapat diperoleh dalam bentuk satu komponen atau dua komponen.

Sistem satu komponen meliputi resin cair bebas pelarut, solvent, dan pasta. Sistem dua komponen terdiri atas resin dan zat curing yang dicampur pada saat pemakaian, sistem ini juga mengandung plasticizersolvent, filler, pigmen dan blend resin lainnya.

Resin epoksi memiliki berbagai keunggulan diantaranya : keaktifan permukaan tinggi, daya pembasahan baik, kohesif tinggi, tidak atsir, tidak creep, fleksibel, dapat diubah-ubah sifatnya dengan pemilihan jenis hardener yang tepat atau blend dengan filler atau polimer lain.

Resin Epoxy terbagi dalam tiga jenis, yaitu:

  1. Epoksi-poliamide, merupakan termoset sintetik reaksi resin epoksi dengan resin poliamide yang berstruktur cabang dengan gugus amino alifatik. Sifatnya tahan terhadap pelarut aromatis dan alifatis, BBM, minyak pelumas, garam, alkali lemah dan asam oksidator.
  2. Epoksi-polisulfidatahan terhadap air, garam, BBM, alcohol dan keton. Dapat digunakan pada suhu beku sampai -100˚
  3. Epoksi-poliuretan, pada suhu rendah tetap fleksibel sehingga kekuatan kelupas dan gesernya baik. Sifat suhu bekunya cukup bagus.

Poliuretan

Jenisnya berupa termoplastis atau termoset, merupakan produk reaksi isosianat polifungsi dengan alcohol polihidroksi atau polyester tertentu.

Ketahanan terhadap air, bahan kimia, ozon, radiasi dan cuaca cukup baik. Berfungsi baik pada rentang suhu -200˚C sampai 177˚C tergantung komposisi dan formulasinya. Pemakaian untuk non structural, beban sedang. Dapat digunakan pada logam, karet, kayu, kertas, kain, gelas, keramik dan plastik.

Masih banyak lagi jenis perekat yang umum dipakai dalam industri cat yang dapat digunakan sesuai kondisi dan kebutuhan yang diperlukan.

Cara Setting Polimerisasi

Kondisi proses tergantung pada curing agent yang dipakai. Kedua komponen dicampurkan curing pada suhu kamar (24 jam) atau dengan pemanasan 60˚C (3 jam) atau 100˚C (20 menit). Suhu tersebut tergantung pada zat curing yang dipakai.

Pemakaian hardener reaktif atau katalis untuk mendukung curing menyebabkan terbentuknya panas (eksoterm). Dibutuhkan hardener tercepat bagi curing suhu kamar supaya tak memerlukan panas dari luar.

Jenis-jenis curing agent bagi epoksi ialah amina alifatik (TETA, TEPA, DETA, DMP 30) aminan aromatic (MPDA, DDM, DDA), poliamida, anhidrida asam (ftalat, PMDA, HET) tergantung formulasi dan kondisi curing yang diinginkan.  Bila diinginkan tanpa pemanasan sebaiknya menggunakan DMP 30amina aromatic bagus untuk tujuan kuat adhesivepoliamida kecil pengerutan dan sifat mekanokimianya bagus, anhidrida asam lebih stabil terhadap panas.

Untuk epoksi satu komponen biasanya digunakan zat curing Boron Trifluorida-MEA sebagai katalis laten yang aktif bila dipanaskan tetapi kekuatan gesernya kurang bagus dan peka air.

Secara umum solvent dalam sistem pengenceran dibagi 2 type yaitu:

  • True sovent, solvent yang hampir 90% larut dalam sistem dan memiliki fungsi mengatur viscositas dan menjaga konsistensi berbagai sifat system.
  • Cheaper, sovent yang hampir 90% tidak larut dalam sistem, hanya berfungsi untuk menekan cost.

1. Pelarut untuk sintesis coating

Dalam pelarutan alkid medium oil memang tidak dibutuhkan komposisi khusus, karena resin ini larut sangat baik dalam semua sistem solvent bahan alam (SMT, bensin, minyak tanah) dan solvent aromatik (Xylene, toluene). Bagaimanapun juga komposisi sangat penting Karena besar pengaruhnnya terhadap kestabilan produk.

2. Pelarut untuk NC coating

Sebaliknya dalam NC coating, komposisi pelarut sangat mempengaruhi viskositas, elastititas, kejernihan film, kilap dan berbagai karakteristik – karakteristik lainnya.

Dibutuhkan komposisi yang compatible untuk memperoleh hasil maksimal. Sampai saat ini standar yang digunakan adalah penggabungan solvent aromatik, gugus glikol, gugus acetate dan alcohol (Xylene, toluene, butyl cellulose, butyl acetate, ethyl acetate, iso propylalchol, n-butyl alcohol).

Bahkan untuk high solvency tidak jarang digunakan keton (MEK) sampai 30%.

Dalam preparasi warna, pigmen terlebih dahului dijadikan bentuk pasta, yang terpenting disini adalah pemilihan pigmen yang tepat, pigmen warna sangat bevariasi dan kompleks. Secara garis besar pigmen dibagi dalam 2 type:

  1. Organic
  2. Anorganik

Kedua type tersebut memiliki sifat dan perlakuan yang sangat berbeda. Harus diperhatikan pula spesifikasi teknis pigmen seperti: strenght colourlight fastness, berat jenis, penggunaan, dll. Harus diingat bahwa tidak semua pigmen colour dapat digunakan untuk pembuataan cat (ada yang khusus untuk plastik, tinta, dll) bahkan ada jenis pigmen yang bagus untuk cat water base tapi tidak bagus untuk solvent base. Jadi pemilihan pigmen colour harus sesuai dengan jenis cat yang akan diproduksi. Misalnya untuk sintetis Type out door dipilih pigmen yang tahan panas dan UV, untuk cat stoving dipilih jenis yang tahan hingga suhu diatas 300˚C, tentunya semua pertimbangan tergantung juga pada harga dari pigmen yang bersangkutan.

Filler adalah zat bukan perekat yang dipergunakan untuk memperbaiki struktur, sifat kerja, keawetan, kekuatan rekatan, dan menekan biaya. Seperti halnnya pewarna pemilihan filler juga bergantung pada jenis dan sifat cat yang akan di produksi. Dalam hal tertentu filler dapat berfungsi juga sebagai extender.

Beberapa kriteria dalam pemilihan filler:

  1. Keseragaman ukuran partikel (fineness), ini berpengaruh pada rata permukaan.
  2. Bentuk potongan (particle shape), ini berpengaruh pada kilap dan viskositas filler dengan potongan granular atau nodular menghasilkan cat yang lebih kilap dengan flow yang lebih baik dibanding jika menggunakan filler berbentuk flake, flat atau lamellar.
  3. Tingkat kekerasan (hardness)
  4. Tingkat dispersi (dispersibility)

Beberapa filler memiliki sifat toxic, jadi dibutuhkan penanganan secara lebih hati-hati. Ada penemuan baru dalam teknologi paint bahwa ternyata dispersi filler dengan high speed mixer dan low speed memberi hasil berbeda, antara lain:

  1. Absorbsi & densitas, masing – masing jenis filler memiliki tingkat serapan yang berbeda terhadap solvent dan resin. Hal tersebut memiliki pengaruh besar dalam proses pembentukan film.
  2. Kecerahan (Brightness), pemilihan filler sangat mempengaruhi kilap cat serta kecerahan warna.

Beberapa jenis filler yang umum dipakai:

Calcium Carbonat

Kelebihan : brightness bagus, serapan terhadap resin rendah, tahan cuaca, menghambat korosi (pH 8), tidak beracun, murah.

Kelemahan: tidak tahan terhadap asam (perlu diingat bahwa air hujan Indonesia rata-rata bersifat asam).

Dolomit

Kelebihan: brightness bagus, dispersi cukup baik, serapan terhadap resin rendah, tidak beracun, murah.

Kelemahan: tidak tahan asam, mudah membentuk garam.

Barium Sulfat

Kelebihan: densitas tinggi, brightness sangat bagus, kekilapan sangat bagus, tahan asam dan dan bahan kimia lainnya.

Kelemahan: kemungkinan terdapat kandungan strontium yang beracun, sangat mahal.

Talk

Kelebihan: memperbaiki daya rekat resin, elastis, tidak mudah retak, tidak mudah menyerap air, tidak mudah terkikis.

Kelemahan: hardness jelek, serapan terhadap resin tinggi, flow jelek.

Silika Alam

Kelebihan: matting bagus.

Kelemahan: serapan terhadap resin sangat tinggi, terdapat kandungan silicon yang beracun, mahal.

Ada banyak jenis aditif menurut kegunaannya. Fungsi pokok dari aditif adalah untuk memperbaiki sifat cat dan menjaga konsistensi / kestabilan sifat-sifatnya.

Komponen additive hanya ditambahkan dalam jumlah sedikit tetapi memberi kontribusi sangat besar sehingga cat bisa diproses, disimpan dan dipakai. Penambahan additive dalam cat tidak hanya begitu saja melainkan suatu proses panjang dari percobaan atau riset pada cat tersebut. Selama proses pembuatan, penyimpanan dan pemakaian dinilai kualitasnya secara menyeluruh, kemudian kelemahan dan masalah yang timbul dicoba untuk diatasi dengan variasi jenis dan takaran beberapa additive, hingga akhirnya muncul nama jenis dan takaran additive tertentu harus yang pas untuk campuran catnya.

Additive dibagi berdasarkan fungsinya sebagai berikut:

  • List 1
  • List 2

Berguna untuk mempermudah atau mempercepat proses penggantian udara dan air oleh resin pada permukaan pigment atau extender.

Berguna untuk mempermudah distribusi pigment dan extender ke dalam cairan resin. Mengurangi akibat kerusakan selama penyimpanan.

Berguna untuk mencegah proses pengulitan pada permukaan cat (oil atau alkyd base resin) selama penyimpanan.

Berguna untuk mempertahankan kekentalan cat atau melindungi cat selalu dalam kondisi koloid.

Berguna untuk mempertahankan pigment selalu berada pada kondisi dispersi yang stabil dalam campuran, sehingga tidak mengendap.

Berguna untuk mencegah turunnya atau melelehnya cat jika dipakai pada permukaan tegak.

Berguna untuk meningkatkan kualitas permukaan cat, sehingga permukaannya rata tidak bergelombang.

Berguna untuk mencegah pemisahan pigment baik secara vertikal maupun horizontal.

Berguna untuk mencegah atau menghilangkan timbulnya busa pada permukaan cat. Memperbaiki atau merubah sifat film.

Berguna untuk mencegah atau mengurangi timbulnya arus listrik static selama pemakaian.

Berguna untuk mempercepat reaksi oksidasi dan polymerisasi dari ikatan tak jenuh pada cat jenis alkyd atau synthetic (mengandung drying oil).

Berguna untuk mempercepat reaksi crosslinking antara resin amino dan alkyd polyol (atau turunannya), biasanya dipakai senyawa-senyawa asam organik maupun anorganik.

Berguna untuk meningkatkan fleksibilitas cat, terutama pada cat yang mempunyai berat molekul yang besar, seperti NC.

Berguna untuk mencegah timbulnya atau melekatnya tumbuhan air laut pada dasar dinding kapal.

Berguna untuk menurunkan derajat kilap lapisan cat (dari gloss ke semi gloss atau dari semi ke dof/matt).

Berguna untuk mencegah timbulnya jamur.

GALERI PEKERJAAN